Cukai Rokok Untuk BPJS Dan Harus Masuk APBN

Cukai Rokok Untuk BPJS Dan Harus Masuk APBN

 
: Portal Kampar Indonesia, Kampar Riau, kampar, Berita Riau, Portal Pekanbaru,  Berita Indonesia, Tapung Hilir, Bangkinang, Dumai, Roka Hulu, serambi mekah

PortalKampar.COM – Anggota Komisi IX DPR Muhammad Iqbal tidak mempermasalahkan usulan BPJS Kesehatan soal penggunaan cukai rokok sebagai dana kesehatan. Sebab, di banyak negara, cukai rokok memang langsung dikembalikan untuk dana kesehatan. 

Bacaan Lainnya

“Permintaan BPJS agar dana cukai rokok dikhususkan untuk kesehatan merupakan hal yang wajar. Terlebih, saat ini BPJS Kesehatan masih mengalami defisit dan cukai rokok merupakan salah satu sumber pendapatan yang besar dalam APBN,” terang politisi PPP ini.

Namun, kata Iqbal, untuk saat inI‎, keinginan tersebut tidak bisa dikabulkan. Berdasarkan peraturan yang ada, pendapatan dari cukai termasuk cukai rokok dan pendapatan lainnya harus masuk ke dalam APBN. Setelahnya, dana-dana itu baru dialokasikan untuk program-program pembangunan, termasuk pembangunan di bidang kesehatan.

“Jadi, tidak bisa cukai rokok langsung dialokasikan untuk BPJS. Semua harus masuk dalam APBN terlebih dulu,” imbuhnya, Sabtu (18/3).

Untuk mengatasi defisit anggaran BPJS Kesehatan, Iqbal menyarankan agar anggaran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam APBN ditambah. Penambahan itu bisa diambil dari pendapatan cukai rokok yang masuk ke APBN berdasarkan kebutuhan BPJS.

Iqbal juga meminta direksi BPJS Keseharan untuk kerja keras memperbanyak kepesertaan mandiri. Tujuannya, agar dana dari peserta mandiri dapat  digunakan untuk membantu peserta tidak mampu.

“Program subsidi silang harus berjalan. Kemudian, Kementerian Kesehatan  untuk lebih mengedepankan program promotif dan preventif kesehatan di masyarakat. Dengan begitu, kesehatan masyarakat dapat lebih terjaga,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Ketua DPR Setya Novanto Selasa lalu, Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris memaparkan alternatif yang bisa dipakai untuk mengatasi defisit anggaran JKN. Salah satunya dari cukai rokok.

Fachmi beralasan, di beberapa negara, seperti Thailand dan Filipina, anggaran untuk jaminan sosial kesehatan diambil dari dana cukai rokok. Alasannya, rokok dapat membahayakan kesehatan, sehingga hasil cukai yang diperoleh dari masyarakat dikembalikan lagi untuk kesehatan masyarakat. Cukai rokok ini kemudian dikenal dengan sebutan sin tax alias pajak dosa.

sumber :rmol.co

Pos terkait